LPJ Keuangan BEM FT-UMPAR periode 2007-2008

•Agustus 13, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
REKAPITULASI LAPORAN KEUANGAN KEGIATAN
PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
PERIODE 2007-2008
(Rupiah)
Tahun No. Kegiatan Pemasukan Pengeluaran
2007 001 Musyawarah Besar III 900.000,00 850.000,00
002 Rapat Kerja 550.000,00 540.000,00
2008 003 PROSPEK LIMIT I 2.640.000,00 2.475.000,00
004 MILAD IV BEMFT-UMPAR 1.350.000,00 1.150.000,00
005 Training Of Trainer LPPFT 750.000,00 742.000,00
006 LPPFT 2008 15.100.000,00 14.385.000,00
007 Gerakan Parepare Bersih 1.750.000,00 875.000,00
2009 008 PROSPEK LIMIT II - -
009 MILAD V BEMFT-UMPAR - -
TOTAL 23.040.000,00 21.017.000,00
SALDO 2.023.000,00
Parepare, Juli 2009
Yang Membuat Laporan,
(Sulastry Nurmalasari)
Bendahara Umum

LAPORAN KEUANGAN SEKRETARIAT
PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
PERIODE 2007-2008
(Rupiah)
Pemasukan Pengeluaran
Tanggal Keterangan Jumlah Tanggal Keterangan Jumlah
31/01/2008 Dana awal 150.000,00 15/02/2008 Fotocopy + Kertas HVS 43.500,00
07/02/2008 Pembayaran Baju PDH 416.000,00 19/02/2008 Biaya Panjar Baju PDH 400.000,00
13/02/2008 Tambahan Dana awal 50.000,00 27/02/2008 Biaya Transportasi Pelatihan di Makassar 50.000,00
04/04/2008 Sumbangan Dana Dari Ketua BEM 30.000,00 22/03/2008 Biaya untuk Kegiatan Prospek Limit 122.500,00
14/04/2008 Sisa Saldo Pelatihan di Makassar 10.000,00 04/04/2008 Pembelian Cat 30.000,00
30/04/2008 Subsidi dari BEM-U 350.000,00 18/04/2008 Biaya Pelunasan Baju PDH 1.200.000,00
01/07/2008 Sumbangan Dana Dari Ketua BEM 300.000,00 30/04/2008 Pembayaran Hutang Dana awal Prospek Limit 175.000,00
13/08/2008 Sumbangan Dana 1.000.000,00 30/04/2008 Fotocopy + Amplop 8.500,00
11/06/2009 Sumbangan Dana Dari Ketua BEM 225.000,00 02/05/2008 Fotocopy + Air Minum gelas (1 Dos) + Bensin 40.500,00
Saldo Raker 10.000,00 04/05/2008 Dana Baksos 100.000,00
Saldo Milad 165.000,00 10/05/2008 Dana Spanduk MILAD 10.000,00
Saldo Prospek Limit I 200.000,00 19/05/2008 Kekurangan Dana Konsumsi MILAD 20.000,00
Saldo TOT LPPFT 2008 8.000,00 01/07/2008 Biaya Perbaikan Komputer 300.000,00
Saldo LPPFT 2008 715.000,00 14/08/2008 Sumbangan Dana untuk kegiatan Baksos 100.000,00
Saldo Gerakan Parepare Bersih 875.000,00 21/08/2008 Biaya Kegiatan LPPFT 200.000,00
Dana Sumbangan dari Senior 700.000,00 29/08/2008 Biaya Kegiatan LPPFT 600.000,00
Saldo Mubes III 50.000,00 06/12/2008 Pembelian Printer Canon iP 1980 600.000,00
- 06/04/2009 Dana untuk Kegiatan Prospek Limit 100.000,00
18/06/2009 Biaya Pembuatan Spanduk 70.000,00
20/06/2009 Pembelian Paku untuk Pembuatan Spanduk 35.000,00
25/07/2009 Dana untuk MUBES 100.000,00
Dana Pembubaran Panitia LPPFT 600.000,00
Dana Pembubaran Panitia Gerakan Parepare Bersih 300.000,00
Beli Tinta Printer 23.000,00
Total Pemasukan 5.254.000,00 Total Pengeluaran 5.228.000,00
Saldo Per Juli 2009 : 26.000,00
Dua Puluh Enam Ribu Rupiah
Parepare, Juli 2009
Yang Membuat Laporan,
( Sulastri Murmalasari )
Bendahara Umum

Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus BEM FT-UMPAR periode 2007-2008

•Agustus 13, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN

PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PARERPARE

PERIODE 2007-2008

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PARERPARE

2009

[i]PRAKATA

Manusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baik baginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yang melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memiliki pencapaian tinggi, maka akan meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak, maka akan memburukkan kesadaran orang lain.

(Jalaluddin Ar-Rumi)

Hampir dua tahun periode kepengurusan meninggalkan banyak kenangan bagi kami pengurus. Kenangan yang akan selalu mendapat tempat dalam memori jiwa yang tak akan terhapus oleh kuatnya abrasi dan gerusan zaman. Kesempatan untuk memimpin calon pengendali teknologi dunia merupakan suatu kehormatan yang tak tertandingi oleh kehormatan apapun yang diberikan oleh manusia.

Pada dasarnya memimpin mahasiswa sangat sulit, dengan berbagai macam karakter dan kemajemukannya yang keras. Tapi dibalik tersemat cahaya. Cahaya yang selama ini menjadi kebanggaan para semut hitam yakni cahaya hitam, yang akan membawa dunia pada alam perubahan yang penuh dengan dinamika.

Dalam menjalankan amanah ini kami tentunya tidak luput dari berbagai macam kekurangan dan kesalahan baik yang nampak maupun yang tak nampak. Dan kami sangat menyadari hal itu.

Di laporan pertanggungjawaban ini kami akan memaparkan segala hal yang telah kami lakukan untuk BEMFT-UMPAR dengan segala kekurangan yang ada didalamnya. Dan semua yang kami lakukan disini tak berarti tanpa bantuan dan apresiasi mahasiswa teknik lainnya.

Terima Kasih.

Parepare, 6 Agustus

Pengurus BEMFT-UMPAR

Periode 2007-2008

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PARERPARE

PERIODE 2007-2008

BAB I

PENDAHULUAN

Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektif

Bagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?

Assalamu’alaikum warahmatulahhi wabarakatuh.

Hidup Mahasiswa !!!

Teknik Sampai Mati…..

Salam perjuangan dari kami yang merindukan kemenangan

Puji syukur ke Hadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga kita dapat melaksanakan Musyawarah Besar IV Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare di Auditorium Kampus II UMPAR. Shalawat beriring salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan pencerahan ke dalam kehidupan kita.

Satu tahun lebih kepengurusan BEMFT-UMPAR sudah hampir berakhir menyisakan satu pertanyaan mendasar “Sejauh mana keberhasilan BEMFT-UMPAR 2007/2008 dalam menjalankan amanatnya?”. Menilai keberhasilan Pengurus  yang memiliki berbagai fungsi tentunya tidak bisa hanya dari satu sisi saja, misalkan keterlaksanaan program kerja. Menilai kinerja BEMFT-UMPAR idealnya melibatkan penilaian atas budaya, interaksi, internalisasi nilai serta segala proses yang terkait dengan pelaksanaan program kerja. Eksekutif summary ini sekedar menjadi pengantar proses dialektika penilaian kinerja Pengurus demi sebuah pertanggungjawaban serta diharapkan menjadi bekal BEMFT-UMPAR kedepan untuk melangkah.

Hadirin Peserta Musyawarah Yang Kami Hormati…..

Kehidupan adalah roda silih berganti waktu seolah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk melakukan suatu perubahan. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang diperoleh secara spontan akan tetapi kesuksesan merupakan sesuatu yang diperoleh dengan penuh pengorbanan dan perjuangan.

Sudah merupakan sesuatu yang alami bahwa setiap perjuangan akan menghadapi rintangan. Alangkah mulianya tatkala kita mampu mengambil setiap kesempatan dan mengubahnya menjadi sebuah kebaikan. Komunikasi dan kerja sama yang baik bisa menjadi kunci bagi setiap permasalahan yang ada.

Permasalahan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini bukanlah permasalahan pemerintah ataupun pengusaha saja akan tetapi permasalahan bangsa adalah permasalahan kita bersama. Kerja sama yang baik antar berbagai pihak akan menjadi hal positif yang menunjang perkembangan stabilitas politik dan ekonomi saat ini.

Universitas Muhammadiyah Parepare yang notabennya Islam adalah salah satu komponen penting dalam mendidik generasi muda Islam yang berintelektual dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa. Mahasiswa yang aktif dan kreatif bisa menjadi indikator bagi suatu perguruan tinggi agar bisa dikatakan memiliki predikat yang baik.

Kehidupan organisasi yang ada di lingkungan kampus Biru Hitam bisa menjadi miniatur bagi pemerintah kita. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare merupakan salah satu wadah aspirasi mahasiswa teknik dalam mengembangkan potensi mampu menterjemahkan permasalahan yang dihadapi bangsa kedalam sesuatu yang lebih sederhana agar mudah dicerna oleh mahasiswa . Semua itu merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasisiwa.

Seorang mahasiswa yang baik tidak hanya duduk mendengarkan dosen saja akan tetapi mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang mampu mengaplikasikan ilmu yang telah  diperoleh guna memberikan solusi bagi permasalahan bangsa.

Oleh karena itu . Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare selalu mencoba memberikan sebuah solusi kepada para Mahasiswa, Khusunya Mahasiswa Fakultas teknik dalam bentuk berbagai kegiatan.

Sebagai organisasi yang berorientasi mahasiwa, sudah seharusnya BEM FT-UMPAR bisa seoptimal mungkin menjadi penyalur aspirasi mahasiswa Teknik. Dan tetap berada dalam koridor yang telah diamanatkan oleh Mubes III KBM FT-UMPAR. Merupakan kewajiban organisasi yang berakhir masa jabatannya untuk menyampaikan laporan akhir dari apa yang telah diperbuat selama kepengurusan yang dipercayakan oleh Mubes III KBM FT-UMPAR. Namun betapapun sederhananya organisasi, beratnya tugas dan padatnya kesibukan individu, ekternal dan internal pengurus yang telah diberi amanah dan tanggung jawab. Apakah ini merupakan suatu parameter yang akan bisa mengukur tingkat keberhasilan dan kegagalan dari kami pengurus, atau bisa menjadi perbandingan untuk kemudian hari. Semua itu akan sangat bergantung sekali kepada paradigma dan analisa dari kita semua. Kita bisa mempunyai interprestasi lain dalam memandang suatu keberhasilan tapi yang terpenting keberhasilan bukan lawan dari kegagalan.

Sebagai pengantar sebelum kami memberikan Laporan Program Kerja dan aktivitas yang telah kami lakukan, perkenangkanlah kami menyampaikan bahwa Laporan Pertanggung Jawaban Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare Periode 2007-2008 kami susun dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN

BAB II. SUSUNAN KEPENGURUSAN

BAB III. KONDISI OBJEKTIF

BAB IV. PROGRAM KERJA DAN REALISASI

BAB V. KESEKRETARIATAN

BAB VI. KEUANGAN

BAB VII. PENUTUP

LAMPIRAN

BAB II

SUSUNAN KEPENGURUSAN

Pimpinan Sidang dan Rekan-rekan Peserta Musyawarah yang kami hormati

Musyawarah Besar KBMFT-UMPAR III telah mengamanahkan hal yang sangat besar kepada kami untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Dalam mengemban tanggung jawab tersebut, saya selaku ketua diberikan untuk menyusun format kepengurusan yang ideal dan merupakan keterwakilan dari semua jurusan yang ada di fakultas Teknik UMPAR. Adapun susunan kepengurusan yang berhasil kami susun pada ssat itu adalah:

Ketua Umum                                    : Agussalim

Ketua Bidang Internal                      : Jumaldi. S

Ketua Bidang Peng. Kader                : Zulkifli

Ketua Bidang Eksternal                    : A. Anugrah

Ketua Bidang IPTEK dan Litbang     : Muslimin

Ketua Bidang  Kesekretariatan         : Rahmat

Sekretaris Umum                             : Arie Pratama

Sek. Bidang Internal                         : Sunnatun Qayyimah

Sek. Bidang Peng. Kader                  : Akbar Saputra

Sek. Bidang Eksternal                      : Syahruddin

Sek. Bidang IPTEK dan Litbang        : Syafril Samad

Sek. Bidang  Kesekretariatan           : Bahrun Nur

Bendahara Umum                            : Sulastri Murmalasari

Dalam perjalanan kepengurusan periode 2007-2008, ada beberapa perubahan formasi kepengurusan karena beberapa pengurus sudah tidak mampu lagi mengemban amanah sebagai pengurus sebagaimana amanah Mubes KBMFT-UMPAR. Pengurus-pengurus yang dimaksud disini adalah Sekretaris-sekretaris bidang yang tidak bias memberikan dedikasinya demi eksistensi Teknik.

Di penghujung semester genap tahun 2008 juga terjadi perubahan formasi kepengurusan yang tidak dapat dihindarkan, hal ini terjadi saudara Sekretaris Umum harus mengikuti pendidikan dengan orientasi ikatan dinas di PLN. Ini tentunya sangat berpengaruh pada roda administrasi BEM FT-UMPAR. Sebagai ketua umum saya harus segera mengambil keputusan untuk mengisi kekosongan ini dan akhirnya menunjuk sudara A. Anugrah sebagai penggantinya sekaligus merangkap sebagai Kabid Eksternal.

Tidak hanya itu perubahan yang terjadi pada formasi kepengurusan, Ketua Bidang Pengembangan Kader terpaksa harus diberhentikan dari jabatannya karena melakukan pelanggaran anggaran dasar yaitu terlibat pada kegiatan politik Praktis. Dan lagi-lagi harus dilakukan pengisian atas kekosongan tersebut mengingat bidang merupakan bidang yang sangat vital demi menopang jalannya kepengurusan. Adapun susunan kepengurusan yang dimaksud adalah:

Ketua Umum                                    : Agussalim

Sekretaris Umum                             : A. Anugrah

Ketua Bidang Internal                      : Jumaldi. S

Ketua Bidang Peng. Kader                : Zulkifli

Ketua Bidang Eksternal                    : A. Anugrah

Ketua Bidang IPTEK dan Litbang     : Muslimin

Ketua Bidang  Kesekretariatan         : Rahmat

Bendahara Umum                            : Sulastri Murmalasari

Struktur Organisasi BEM Fakultas Teknik UMPAR

Ket:

: Garis Komando

: Garis Koordinasi

Struktur Kelembagaan KBM Fakultas Teknik UMPAR

Ket:

: Garis Komando

: Garis Koordinasi

BAB III

KONDISI OBJEKTIF

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare adalah merupakan lembaga kemahasiswaan tertinggi di tingkat fakultas teknik dalam naungan payung.organisasi Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik yang telah dideklarasikan berasama-sama dalam Musyawarah Besar III KBM Fakultas Teknik UMPAR. Dalam Musyawarah Besar III tersebut disepakati beberapa keputusan penting dalam kelanjutan nafas Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Teknik yakni AD/ART, GBHO dan Rekomendasi yang memberikan amanat kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dan kepada seluruh anggota untuk menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya.

Berdasarkan hasil-hasil ketetapan Mubes III tersebutlah kita mulai bergerak melangkah menjalankan roda organisasi yang dalam perjalanannya menemui banyak rintangan dan hambatan. Akan tetapi rintangan dan hambatan itu mudah-mudahan membuat BEM Fakultas Teknik akan jadi lebih dewasa dan mandiri. Sesungguhnya telah menjadi hukum alam bahwa untuk meraih fajar kita harus melewati perjalanan malam.

Dalam perjalanannya, kepengurusan BEM FT-UMPAR periode 2007-2008 seharusnya sudah didemisioner pada akhir bulan November 2008. Namun karena adanya amanah dari seluruh elemen di fakultas Teknik, maka kami harus memperpanjang masa kepengurusan sampai pada pengukuhan mahasiswa Teknik angkatan 2008.

Kepengurusan BEM FT-UMPAR periode 2007-2008 menjadi tonggak sejarah unifikasi mahasiswa Teknik dan ini menjadi test-case bagi kita untuk lebih mempertegas EKSISTENSI TEKNIK baik secara internal terhadap anggota maupun secara eksternal terhadap masyarakat. Memang persoalan klasik yang sebenarnya tidak perlu lagi untusk diungkapkan seperti komitmen organisasi, pengurus dan anggota dan susahnya berkoordinasi antar pengurus dan anggota serta minimnya pendanaan adalah realitas objektif yang layak untuk diketengahkan.

Pasca Mubes III, pengurus BEMFT-UMPAR periode 2006-2007 menyisakan banyak pekerjaan rumah buat kami pengurus baru saat itu, mulai dari hutang-hutang organisasi yang harus segera diselesaikan, sistem kelembagaan Kemahasiswaan fakultas Teknik, masalah SPP Jurusan Informatika dan banyak lagi masalah lain yang harus segera diselesaikan. Tapi itu bukanlah suatu penghalng buat kami dalam menjalankan roda organisasi.

Tahun 2008 meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi kita semua, terutama teman – teman di BEM Teknik yang telah berusaha mewujudkan visi misi lembaga. Dua hal terpenting bagi BEM Teknik 2008 adalah proses advokasi dan jaringan lembaga. Kondisi di tataran universitas maupun dalam skala yang lebih luas, baik langsung maupun tidak akan berpengaruh terhadap kebijakan yang diambil oleh BEM Teknik. Awal kepengurusan, kita sudah dihadapkan isu tentang naiknya SPP Jurusan Informatika yang dibebankan kepada mahasiswa baru angkatan 2008. Hal ini menjadikan perhatian kita semua, bahwa memang pendidikan di negara kita begitu terseok-seok dalam pengelolaanya. Pendidikan adalah modal utama bagi sebuah bangsa untuk membangun mental generasi muda menjadi manusia yang beradab dan mempunyai wawasan luas. Tetapi ketika pendidikan diukur dengan kemampuan finansial, maka pendidikan sudah menjadi barang dagangan. Siapa yang mampu bayar, dialah yang akan menikmati pendidikan. Kita tentu mengetahui bersama kondisi mahasiswa UMPAR tidak seberuntung dengan teman teman kita di universitas lain. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, tentu kita harus membuka mata lagi bahwa memang memperjuangkan keringanan SPP adalah wujud nyata dan komitmen BEM Teknik dalam membela mahasiswa. Selama proses tersebut dengan diskusi dari berbagai pihak baik di lingkungan lembaga kemahasiswaan maupun dengan pihak Rektorat maka keputusan akhirnya adalah SPP jurusan Informatika dapat ditemukan kejelasannya dan pihak rektorat dapat memberikan keringanan buat teman-teman yang tidak mampu. Perjuangan tidak terhenti dengan keputusan tersebut, BEM Teknik bekerja sama dengan Himpunan-himpunan berusaha melakukan pressure kepada pihak rektorat atas kebijakan-kebijakan yang tidak memihak kepada mahasiswa. Pada dasarnya semua yang dilakukan oleh BEM Teknik tidak dapat berjalan dengan baik tanpa bantuan dan ditopang oleh Himpunan-himpunan mahasiswa jurusan yang memang merupakan pilar utama dari BEM Teknik.

  1. 1. Konsolidasi organisasi

Sesudah pelantikan BEM FT-UMPAR periode 2007-2008  pada tanggal 13 November 2007, sebagai langkah awal yang kami coba adalah melakukan konsolidasi dengan organisasi yang ada dibawah naungan BEM FT-UMPAR. Konsolidasi kedalam yang telah kami coba adalah dengan menjalin komunikasi positif antar anggota dan antar pengurus, mengusahakan sekretariat, melakukan rapat-rapat antar pengurus, rapat kerja, rapat panitia. Sehingga bertolak kepada rapat-rapat itulah BEM FT-UMPAR melaksanakan semua kebijakan dan kegiatan.

  1. 2. Pendidikan dan pengkaderan

BEM FT-UMPAR sebagai makanisme sentral organisasi Kemahasiswaan yang bersifat independen dalm lingkup Fakultas Teknik dan sumber rekrutmen kader pemimpin dimasa depan dan sejalan dengan semangat Keteknikan selalu berupaya melakukan kegiatan yang berorientasi kepada peningkatan kualitas fungsionalitas, beserta jajarannya. Hal ini direalisasikan dengan melaksanakan ataupun mengikuti seminar, pelatihan, dan sebagainya yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan diri kearah leadership dan juga meningkatkan ketrampilan kepedulian dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain SPP, isu yang menjadi perhatian kita bersama adalah konsep Latihan Pengenalan Pemantapan Fakultas Teknik (LPPFT) yang tidak dapat diterima oleh pimpinan Universitas. Perdebatan panjang antara BEM Teknik dengan birokrat tentang konsep ini cukup alot pada saat itu di gedung D untuk menggagas konsep LPKM dan akhirnya pimpinan universitas dapat menerima dalam hal ini Wakil Rektor III. Buah dari pertemuan itu adalah diadakannya LPPFT 2008 di Lejja, dimana konsep dasar kegiatannya telah ditembuskan kepada Pimpinan Fakultas dan BEM UMPAR. Keduanya memberikan respon sangat baik atas kegiatan tersebut, bahkan Dekan Fakultas Teknik memeberikan saran agar kegiatan ini tetap harus dipertahankan sebagai langkah awal bagi mahasiswa baru sebelum memasuki dunia Teknokrat. Inilah perjuangan, inilah  pengorbanan. Pengenalan Mahasiswa Baru adalah perhelatan besar bagi semua lembaga kemahasiswaan di Universitas Muhammadiyah Parepare. Selama ini konsep LPPFT menjadikan kesan bagi sebagaian besar mahasiswa. Walaupun memang diakui perlu banyak pembenahan di berbagai hal ketika menggunakan konsep LPPFT sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara materi maupun inmateri. Kawan-kawan Konsep LPPFT harus tetap kita jaga dan pertahankan esensi dan eksistensinya.

Penyambutan mahasiswa baru tidak berhenti pada LPPFT saja tetapi bagaimana mereka mempunyai jiwa dan semangat untuk terus berkarya dan belajar di dalam laboratorium yang nyata ini. Proses Pengkaderan Lanjutan (PROSPEK LIMIT) merupakan sarana penggodokan mahasiswa untuk mengetahui dan belajar bagaimana memanajemen diri pribadi dan bisa diproyeksikan untuk memanajemen lembaga.

Beberapa waktu lalu pernah dibentuk kelompok-kelompok kajian untuk mewadahi teman-teman yang betul ingin belajar, namun hal itu terhenti karena teman-teman yang menjadi peserta dari kelompok kajian ini makin hari makin menghilang. Hal ini disebabkan karena kondisi mahasiswa yang masih terpengaruh oleh beberapa factor luar.

  1. 3. Kondisi Internal

Dinamika organisasi kemahasiswaan Fakultas Teknik berjalan penuh dengan berbagai tantangan yang tidak lain datang dari internal organisasi tentunya merupakan sesuatu yang harus segera dicari jalan keluarnya. Munculnya kelompok-kelompok yang masing-masing mengklaim bahwa kelompoknyalah yang paling hebat, dan kelompoknyalah yang merupakan keterwakilan dari Teknik.

BAB IV

PROGRAM KERJA DAN REALISASI

Jalannya roda sebuah organisasi tidak dapat dipisahkan dengan suksesnya rapat kerja yang dilakukan oleh badan pimpinan organisasi tersebut karena tidak dapat dipungkiri bahwasanya hasil-hasil Raker-lah yang nantinya menjadi batu pijakan badan pimpinan dalam menjalankan roda organisasi. Berdasarkan hal tersebut maka BEMFT-UMPAR mengadakan Raker yang mana pelaksanaan acara tersebut dilaksanakan pada pertengahan awal bulan desember 2008 sehari setelah pelantikan dilaksanakan. Adapun program-program yang dihasilkan berdasarkan hasil Rapat Kerja tersebut adalah:

  1. A. Bidang Internal

Persoalan internal dalam suatu organisasi adalah hal yang paling penting untuk dikuatkan karena bidang inilah yang menjadi tulang punggung dari urganisasi. Untuk merealisasikan fingsi tersebut maka hal itu perlu dikerucutkan dalam suatu program nyata yaitu program kerja. Adapun program kerja dari bidang ini adalah:

  1. Pengawasan beasiswa mahasiswa fakultas Teknik.
  2. Pengawalan proses akreditasi prodi yang ada di fakultas Teknik.
  3. Melaksanakan Pekan Olah Raga Teknik.
  4. Pengoordinasian Himpunan-himpunan mahasiswa jurusan yang ada dalam lingkup KBMFT-UMPAR.

Program-program kerja tersebut dapat terealisasi dengan dengan baik meskipun dalam pelaksanaannya tidak dilaksanakan langsung oleh ketua bidang yang menghilang entah kemana. Namun itu bukanlah suatu penghalang bagi pengurus yang lain dalam merealisasikan program kerja dari bidang ini. Adapun realisasi dari program ini adalah:

  1. Pengawasan beasiswa: mahasiswa-mahasiswa fakultas Teknik yang berprestasi, aktif di lembaga kemahasiswaan, dan mahasiswa yang kurang mampu dapat menikmati beasisswa yang tentunya tetap dalam pengawasan BEM FT-UMPAR.
  2. Pengawalan proses akreditasi: dalam proses-proses akreditasi prodi di fakultas Teknik baik itu Sipil, Elektro, maupun Informatika semuanya berjalan dengan baik dan terkoordinasi dengan pihak fakultas. Hal ini tentu tidak lepas dari peranan beberapa mahasiswa fakultas teknik yang telah berjuang keras dalam proses akreditasi, sehingga prodi sipil dan elektro dapat memperoleh status akreditasi, adapun prodi TPL masih menunggu hasil atas tersebut.
  3. Pengoordinasian himpunan dilakukan dengan berbagai cara, baik rapat-rapat maupun beberapa pertemuan-pertemuan lainnya. Keberhasilan program-program yang dilaksnakan oleh BEMFT-UMPAR tidak terlepas dari peranan Himpunan-himpunan yang dibawahinya, sehingga dinamika keorganisasian dapat berjalan.
  4. Pekan Olah Raga Teknik dilaksanakan pada setiap kegiatan Milad BEMFT-UMPAR. Pada Milad IV tahun 2008 kegiatan ini tidak terlaksana karena adanya beberapa kendala. Kegiatan ini baru terlaksana pada Milad V 2009, namun pelaksanaannya belum maksimal.
  5. Penguatan internal dilakukan untuk mengokohkan dan menguatkan semangat mahasisswa teknik tetap dilakukan.
  6. Mengikuti tudang sipulung dengan pimpinan Universitas untuk membicarakan permasalahan-permasalahan kampus.
  7. Melaksanakan Milad IV dan V BEMFT-UMPAR yang jatuh pada tanggal 10 Mei.
  8. B. Bidang Eksternal

Bidang ekternal juga merupakan bidang yang tidak kalah pentingnya dalam struktur organisasi BEMFT-UMPAR, bidang ini memiliki program-program kerja sebagai berikut:

  1. Sosialisasi Fakultas Teknik ke sekolah-sekolah se-Ajattapareng
  2. Dialog dengan Ikatan Alumni Fakultas Teknik.
  3. Kerja sama dengan pihak luar (sponsor kegiatan dan kegiatan bersama)
  4. Pengabdian masyarakat/ bakti social.

Program-program kerja tersebut dapat terealisasi dengan dengan baik meskipun dalam pelaksanaannya ketua bidang merangkap sebagai pejabat sementara Sekretaris Umum. Adapun realisasi dari program ini adalah:

1.  Sosialisasi fakultas Teknik. Pada tahun 2008 dan 2009 menjelang ujian akhir nasional, beberapa pengurus BEMFT-UMPAR bekerjasama dengan LIPKA UMPAR melakukan sosialisasi fakultas Teknik di beberapa sekolah di kawasan ajatappareng.

2.  Dialog dengan Ikatan Alumni. Kegiatan ini dilaksanakan dirangkaikan dengan kegiatan Milad BEMFT-UMPAR yaitu pada tanggal 10 Mei 2008 bertempat di Gedung aisyiah, namun pada pelaksanaannya tidak sepenuhnya dihadiri oleh seluruh alumni fakultas teknik. Hal ini dikarenakan beberapa alumni kurang merespon kegiatan ini dan juga alumni fakultas Teknik UMPAR sudah tersebar ke daerah-daerah.

3.  Kerja sama dengan pihak luar dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan BEMFT-UMPAR. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan-kegiatan BEMFT-UMPAR dapat memperoleh bantuan dari sponsorship atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan, contohnya pada kegiatan Milad BEMFT-UMPAR kemarin, pihak Indosat bersedia menjadi sponsorship atas kegiatan tersebut.

4.  Bakti social BEMFT-UMPAR dilakukan sebagai bentuk dari tridarma perguruan tinggi dan untuk menegaskan eksistensi Teknik di mata masyarakat, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan LPPFT. Bakti-bakti social yang pernah dilakukan:

  1. Penyisiran pantai soreang di daerah lanrisang kel. Watang soreang kec. Soreang bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Parepare, kegiatan ini merupakan rangkaian dari LPPFT 2007. Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan adalah penyisiran pantai, pembersihan lokasi pantai soreang, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya Mangrove sebagai penyangga kehidupan di ekosistem pantai, dan penanaman mangrove bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNHAS, namun penanaman mangrove tidak terlaksana karena beberapa kendala.
  2. Bakti social di desa Bulu’e Kecamatan Marioriawa Kab. Soppeng pada kegiatan LPPFT 2008, adapun bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pengecatan mesjid desa, pembersihan lingkungan desa, dan pembagian pakaian bekas untuk masyarakat desa.
  3. Gerakan Kampus bersih yang dilaksanakan pada kegiatan Prospek Limit I.
  4. Gerakan Parepare Bersih yang dilaksanakan dalam rangka mendukung program Pemkot untuk memperoleh Adipura Kencana bekerja sama dengan Bapedalda Kota Parepare. Adapun bentuk kegiatan ini adalah pembersihan pasar lakessi, jalan Lasinrang, pasar senggol, dan jl. A. Makkasau.

5.  Aksi solidaritas atas keterpurukan dunia Pendidikan pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2008 dengan melalukan Pawai Keliling Kota Parepare dan membagikan Selebaran di depan Kampus II UMPAR dan Bundaran jl. Lasinrang-jl. Lahalede-jl. H.A.M. Arsyad.

6.  Aksi di depan Kejaksaan Agung Kota Parepare sebagai ungkapan keprihatinan atas penegakan hukum di Kota Parepare dalam hal ini penanganan kasus Pare’s Bandar Madani yang terkesan ditutupi.

7.  Aksi penolakan Kenaikan BBM bersama-sama dengan BEM UMPAR.

8.  Melakukan koordinasi dengan PMTI tekait pada pelaksanaan TIMTI di Universitas Cendrawasih Jayapura, namun BEMFT-UMPAR tidak dapat mengirimkan utusannya kesana karena kegiatan ini bertepatan dengan bulan ramadhan.

  1. C. Bidang Pengembangan Kader

Bidang pengembangan kader merupakan bidang yang berfungsi sebagai pencetak generasi Teknik ini mempunyai program-program penting antara lain:

  1. Pelatihan Manajemen Organisasi.
  2. Upgrading kepengurusan di lingkup KBMFT-UMPAR.
  3. Training of Trainer (TOT) untuk persiapan LPPFT.
  4. Latihan Pengenalan Pemantapan Fakultas Teknik.

Adapun realisasi dari program kerja bidang pengembangan kader adalah:

1.  Pelatihan manajemen organisasi adalah bahasa program kerja yang dirumuskan pada rapat kerja BEMFT-UMPAR, namun setelah pembicaraan dan diskusi panjang dalam lingkup pengurus dan senior-senior di Teknik maka dirumuskan nama yang tepat sebagai tindak lanjut dari kegiatan LPPFT, pelatihan manajemen organisasi ini berubah nama menjadi Proses Pengkaderan Lanjutan Mahasiswa Teknik. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 dengan jumlah peserta 26 orang. Prospek Limit merupakan salah satu persyaratan ketika kita ingin menjadi pengurus lembaga kemahasiswaan di lingkup KBMFT-UMPAR.

2.  Up-grading kepengurusan dilaksanakan tidak terlalu formal karena beberapa pengurus di lingkup KBMFT-UMPAR belum mampu melaksanakannya secara formal, namun pelaksanaan up-grading ini dilakukan melalui pertemuan-pertemuan dalam lingkup KBMFT-UMPAR.

3.  Training of Training (TOT) dilakukan untuk membekali calon-calon panitia LPPFT tujuannya agar panitia nantinya dapat menerapkan konsep LPPFT yang telah disusun, TOT ini dilaksanakan pada bulan agustus tahun 2008.

4.  Latihan Pengenalan Pemantapan Fakultas Teknik (LPPFT) 2008 dilaksanakan di desa Bulu’e Lejja’ selama 4 hari, sebelum mengikuti LPPFT calon mahasiswa Teknik.

5.  Penggodokan Konsep dasar dan materi-materi LPPFT, hal ini dilakukan agar nantinya output peserta dapat menerapkan konsep-konsep dasar Keteknikan.

  1. D. Bidang Iptek dan Litbang

Sebagai penopang atas kebutuhan akan ilmu pengetahuan khususnya ilmu keteknikan, maka dalam struktur kepengurusan BEMFT-UMPAR dibentuk bidang IPTEK dan Litbang. Bidang ini menjalankan beberapa program kerja yakni:

1.  Seminar Keteknikan. Sebelumnya telah direncanakan untuk melaksanakan seminar mengenai penggunaan biogas sebagai sumber energi alternatif, akan tetapi kegiatan ini tidak terlaksana karena pemateri untuk kegiatan ini masih sulit untuk didatangkan.

2.  Pengawalan program-program dari Himpunan mahasiswa jurusan yang terkait dengan bidang Ilmu masing-masing.

3.  Bedah Buku.

4.  Kajian-kajian ilmu keteknikan.

Adapun realisasi kegiatan yang dilaksnakan bidang ini adalah:

1.  Mengutus beberapa mahasiswa teknik ke Universitas Hasnuddin untuk melakukan studi tentang ilmu kepecintaalaman di Mapala 09 SMFT Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dilaksanakan pada awal januari tahun 2008 selama seminggu.

2.  Menginisiasi terbentuknya UKM Fakultas Teknik, dalam hal ini pembentukan UKM STEPA BEMFT-UMPAR. Hal ini dilakukan untuk karena banyaknya mahasiswa Teknik yang berminat di bidang kepecintaalaman.

3.  Mengontrol kegiatan UKM STEPA BEMFT-UMPAR dengan tetap melakukan koordinasi-koordinasi dengan segenap pengurus UKM ini.

4.  Pengawalan program-program HMJ yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keilmuan. Adapun kegiatan-kegiatan yang dikoordinasi dengan HMJ adalah Seminar Transportasi oleh HMS, Seminar OSS dan Lomba Merakit Komputer oleh HMTPL, dan Kajian-kajian keilmuan yang dilakukan oleh HME.

5.  Kegiatan Bedah Buku tidak terlaksana.

6.  Kajian ilmu keteknikan dilakukan untuk mengkaji isu-isu pembangunan yang tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku, khususnya isu lingkungan.

  1. E. Bidang Kesekretariatan

Bidang kesekretariatan memprogramkan beberapa kegiatan yakni:

  1. Pengadaan sekretariatan dan kelengkapannya.
  2. Pembuatan PDH BEMFT-UMPAR.
  3. Pendataan alumni fakultas Teknik.
  4. Pembuatan mars dan hymne Teknik.

Adapun realisasi program kerja yang dilakukan adalah:

1.  Pengadaan sekretariatan dan kelengkapannya. Setelah diusahakan dalam waktu yang tidak begitu lama, maka secretariat dapat diusahakan dengan segala kesederhanaannya yang bertempat di depan gedung D. Dalam jalannya roda organisasi ini, secretariat baru ini sangat berfungsi dengan baik, meskipun saat ini tempat tersebut sementara tidak dapat ditempati karena adanya pembangunan gedung pascasarjana UMPAR. Kelengkapan kesekretariatan seperti Komputer 1 unit yang diterima dari sumbangan fakultas, serta kelengkapan-kelengkapan lainnya.

2.  Pembuatan PDH BEMFT-UMPAR. PDH sebenarnya adalah pakaian yang digunakan oleh pengurus lembaga, tetapi pada kenyataannya PDH dibuat PDH dibuat untuk semua anggota. Hal ini dimulai pada awal pembuatan PDH yaitu pada tahun awal berdirinya BEMFT-UMPAR. Sehingga pada tahun 2008 kami dari pengurus menghentikan pembuatan PDH BEMFT-UMPAR untuk anggota.

  1. Pendataan alumni fakultas Teknik. Pendataan alumni Fakultas Teknik dilakukan untuk sementara di Fakultas, adapun database alumni fakultas Teknik untuk sementara masih ada difakultas.
  2. Pembuatan mars dan hymne Teknik. Pembuatan mars dan Hymne ini sudah lama diusahakan, namun sampai pada saat ini belum ada lagu yang bisa direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai mars dan hymne.

Inilah program-program kerja berikut realisasinya yang dilaksankan oleh pengurus BEMFT-UMPAR periode 2007-2008, mudah-mudahan pengurus periode selanjutnya dapat melanjutkan program-program yang telah kami lakukan atau bahkan lebih dengan melakukan inovasi-inovasi sebagai wujud dari jiwa kreatifitas tanpa batas dari mahasiswa Teknik.

Meskipun pada pelaksanaan program kerja beberapa pengurus tidak konsisten atas apa yang dikataknnya namun itu bukanlah menjadi justifikasi untuk tidak melakukan apapun, karena bagi kita sekali layar terkembang pantang surut ke belakang. Artinya, menyitir istilah John F. Kennedy bahwa jangan pernah tanyakan apa yang Teknik berikan pada dirimu, tapi pertanyakanlah di dirimu apa yang telah kamu berikan kepada Teknik, maka beberapa pengurus yang tersisa mengambil langkah konkret dengan menjalankan roda organisasi mengacu pada program kerja yang direncanakan dan Rekomendasi hasil Mubes III KBMFT-UMPAR sebagai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi.

Hadirin peserta Mubes yang berbahagia,

Kemudian dalam realisasinya terdapat beberapa kondisi objektif yang layak kita perhatikan bersama.

Pertama, perlu adanya restrukturalisasi dan reorganisasi di tubuh BEMFT-UMPAR itu sendiri. Selain untuk lebih mengefektifkan eksistensi BEMFT-UMPAR, hal ini juga merupakan pertimbangan teknis dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik UMPAR sebagai badan legislatif dalam ruang lingkup KBMFT-UMPAR.

Kedua, berikut ini adalah persoalan klasik yang seharusnya sudah tidak layak lagi diungkapkan, akan tetapi ini adalah realitas objektif yang harus disampaikan. Yaitu sulitnya menjalin komunikasi antarpengurus bahkan antar HMJ yang menjadi anggota BEMFT-UMPAR. Terutama sekali karana sangat terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki organisasi ini. BEMFT-UMPAR juga tidak tahu apakah ini adalah juga permasalahan yang dialami oleh masing-masing anggota. Tetapi hal ini juga erat kaitannya dengan komitmen anggota sendiri terhadap organisasinya.

Ketiga, program konsolidasi dan koordinasi yang mandeg. Hubungan antaranggota dan BEMFT-UMPAR untuk saling tukar informasi dan koordinasi tidak berjalan dengan semestinya.

BEMFT-UMPAR juga menyadari bahwa maju mundurnya organisasi ini tergantung kepada kinerja dari pengurus BEMFT-UMPAR itu sendiri. Oleh karena itu kita harus melakukan beberapa langkah konkret dengan harapan bisa memberikan pencerahan di tubuh organisasi.

BAB V

KESEKRETARIATAN

Dalam sebuah kepengurusan organisasi diperlukan adanya ketertiban administrasi untuk menunjang kelancaran jalannya organisasi tersebut. Pencatatan surat – surat keluar, pelaksanaan dan pencatatan hasil pertemuan merupakan tugas pokok anggota bidang keskretariatan disamping juga bertugas mendampingi atau mewakili ketua dalam setiap urusan baik urusan internal maupun eksternal.

Pada masa jabatan periode ini, sekretaris menjalankan bebebrapa tugas yang cukup besar, diantaranya:

  1. Penyelenggaraan pertemuan rutin kepengurusan (minimal 1 bulan sekali) Pertemuan rutin anggota yang sesuai dengan kesepakatan bersama dilaksanakan minimal 1 kali dalam sebulan merupakan forum kepengurusan yang bertujuan untuk memberikan dan melaporkan program kerja serta membicarakan hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang bersifat insidentil. Pelaksanaan pertemuan rutin dapat berubah setiap semester sesuai dengan kesepakatan bersama, dengan menggunakan ruangan-ruangan yang memadai.
  2. Pencatatan serta pengagendaan hasil-hasil pertemuan penurus.Pencatatan serta pengagendaan hasil pertemuan ini bertujuan untuk mendokumentasikan segala keputusan pertemuan pengurus baik pertemuan rutin maupun pertemuan insidentil. Hasil pertemuan pengurus ini dicatat dalam buku hasil rapat yang dipegang oleh sekretaris.
  3. Pencatatan dan pengagendaan  surat-surat masuk dan keluar bertujuan untuk mengedalikan keluar  masuknya surat dari atau untuk organisasi. Hal-hal yang dicatat pada pengagendaan surat – suratmasuk :
    1. Nomor surat
    2. Tanggal Surat
    3. Asal Surat
    4. Tujuan Surat (undangan, pemberitahuan, dll)

Sedangkan untuk surat keluar kami membuat aturan penomoran sebagai berikut :

Contoh : 023/BEMFT-UMPAR/XII/2008

Artinya :

023 : Merupakan nomor surat, dalam contoh menandakan surat ke – 23

BEMFT-UMPAR :  Nama Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik UMPAR

XII : Bulan pembuatan surat, dalam contoh menandakan bulan ke – 12

2008 : Tahun pembuatan surat, dalam contoh menandakan tahun 2008

Demikian penomoran surat keluar yang kami tetapkan agar lebih memudahkan kinerja berorganisasi kami. Namun demikian, dalam perjalanan kepengurusan tak selamanya kami dapat melaksanakan tugas – tugas keorganisasian, adanya kendala – kendala dalam keorganisasian adalah hal yang wajar, adapun kendala – kendala yang kami hadapi :

  1. Penyelenggaraan pertemuan rutin kepengurusan. Pertemuan rutin kepengurusan yang semula dijadwalkan satu kali dalam satu bulan, pada semester pertama kepengurusan, dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan. Hal tersebut dikarenakan masih adanya kesepakatan waktu antara anggota rapat serta didukung oleh keinginan keras untuk memajukan organisasi ini dengan memperkuat komunikasi antar pengurus. Kemudian, pada semester berikutnya terdapat kendala yang sangat mendasar yaitu adanya ketidaksepakatan waktu yang dapat mempertemukan seluruh pengurs pada sebuah forum. Hal tersebut disebabkan karena bervariasinya jam kuliah serta kesibukan lain yang dimiliki oleh tiap-tiap pengurus, sehingga semakin menyurutkan pengurus-pengurus yang dapat hadir dalam pertemuan berikutnya.
  2. Pencatatan dan pangagendaan surat masuk dan surat keluar. Adanya ketidaklengkapan dalam pengagendaan, terutama surat-surat masuk. Hal tersebut disebabkan karena adanya surat-surat yang langsung didisposisikan kepada ketua bidang atau utusan yang ditunjuk secara langsung. Dengan demikian, begitu surat diterima belum melalui tahap pencatatan atau pengagendaan sekretaris, sudah langsung bdiberikan kepada utusan. Maka, surat tersebut seringkali tidak dikembalikan atau dilaporkan kepada sekretaris hingga hilang atau terlupa.
  3. Pendistribusian Undangan Pertemuan. Dalam pendistribusian undangan peremuan baik pertemuan rutin maupun pertemuan kondisional, terdapat ketidakefektifan, yang semula kami mengharapkan dengan adanya undangan secara tertulis akan lebih menghormati dan mengikat untuk menghadiri pertemuan tersebut, namun demikian karena adanya kemajemukan jadwal kuliah dari 3 Jurusan yang berpengaruh pada intensitas pertemuan, maka pendistribusian tersebut dirasa kurang efektif baik waktu maupun materi (dalam hal ini berupa kertas dan penggandaan undangan) sehingga pada akhirnya kami melakukan penginformasian pertemuan melalui sms atau telepon.

Dari beberapa uraian kendala diatas, kami sebgai pengurus lama memberikan saran guna memperbaiki kinerja dan sebagai bank pengalaman untuk kepengurusan berikutnya:

  1. Penetapan jadwal pertemuan pengurus sebaiknya dilakukan pada hari libur (Sabtu/Minggu) agar dapat lebih leluasa baik dalam hal waktu serta durasi pertemuan
  2. Surat – suratyang masuk ke organisasi sebaiknya dilaporkan dahulu kepada ketua, atau minimal sekretaris guna pencatatan dan pengagendaan sehingga dapat tercipta tertib administrasi. Atau jika dalam kondisi dan keadaaan yang memaksa sehingga surat belum dapat dicatat, agar surat dapat dijaga hingga sampai ke tangan sekretaris atau ketua.
  3. Pendistribusian undangan pertemuan, sekalipun keberadaan undangan secara tertulis dirasa lebih formal, sopan dan pantas, namun dengan adanya keterbatasan waktu dan demi keefektifan, lebih baik jika memanfaatkan teknologi digital baik telepon maupun sms sehingga informasi lebih cepat didistribusikan tanpa harus membuang – buang banyak waktu dan materi.
  4. Penumbuhan kesadaran berorganisasi kepada segenap mahasiswa Teknik agar dapat mempergunakan BEMFT-UMPAR sebagai wadah beraktifitas dan berkreasi serta berorganisasi di lingkungan kampus. Pengaktifan anggota-anggota yang pasif dapat dilakukan secara persuasif dari pihak pengurus.

Demikian laporan pertanggungjawaban kami sebagai sekretaris, semoga apa yang kami lakukan selama periode kepengurusan kami ini dapat bermanfaat baik untuk diri kami sendiri dan untuk seluruh mahasiswa Teknik. Harapan kami sebagai pengurus lama kepada pengurus yang akan datang agar dapat lebih giat lagi dalam mengusahakan kemajuan organisasi Demi Eksistensi Teknik.

Akhirnya hanya doa dan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya yang adapt kami sampaikan kepada segenap pengurus BEMFT-UMPAR priode ini atas sumbangan tenaga, pikiran, dan materi yang secara tulus ikhlas telah mendukung BEMFT-UMPAR sehingga tetap ada.

BAB VI

KEUANGAN

  1. 1. Laporan Keuangan

Dalam menjalankan roda organisasi kemahasiswaan, dimanapun, apapun itu, pastinya kita tidak dapat menyangkali bahwa kebutuhan akan materi sangat diperlukan. Namun itu bukanlah tujuan akhir dari suatu orgsnisasi, akan tetapi materi hanyalah sebagai alat pencapaian tujuan. Meskipun demikian, yang namanya organisasi segala sesuatu harus teratur dan terorganisir dengan baik sehingga dapat membuktikan esensi dan eksistensinya sebagaimana layaknya organisasi.

Penggunaan dana dalam kepengurusan ini tidaklah begitu besar, kecuali kegiatan LPPFT yang memang menggunakan dana yang cukup besar karena pelaksanaan membutuhkan waktu dan tenaga yang juga cukup besar.

Keuangan suatu organisasi diatur dalam AD/ART dimana tugas ini diamanahkan kepada bendahara, dengan tugas yang cukup berat. Karena selain mengurus  arus uang yang masuk, bendahara juga harus mengatur jumlah uang yang keluar. Terkadang ada beberapa hal teknis yang harus diperhatikan, seperti adanya kwitansi atau pembuktian penjualan dalam setiap pembelian barang apapun namanya. Kemudian ada juga permasalahan koordinasi dengan bidang lain, yang seharusnya bidang tersebut menyerahkan pembiayaan kegiatan yang akan dilaksanakannya., namun hal tersebut terlambat untuk dilakukan. Untungnya, hal tersebut dapat diatasi dengan baik.

Selama periode kepengurusan ini ada beberapa sumber dana yang kami tampung. Pertama adalah saldo dari kegiatan Mubes III KBMFT-UMPAR. Namun jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk membiayai pembelian sarana maupun prasarana yang ada maupun untuk membiayai kegiatan yang bersifat besar. Sebab sebagian harus dibagi kembali untuk berbagai pos pengeluaran internal maupun eksternal (lihat perincian) dan pelunasan hutang-hutang dari kepengurusan periode sebelumnya. Sumber dana kedua adalah dari Rektorat untuk membiayai beberapa acara besar, seperti Prospek Limit, Milad BEMFT-UMPAR, dsb.

Selain itu perhitungan yang kami lakukan berdasarkan jumlah uang yang masuk kemudian masuk ke kolom debet dan penggunaannya masuk ke kolom kredit. Jumlah uang sisa kemudian dimasukkan ke kolom saldo. Urutannya juga telah kami susun sedemikian rupa berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan mengawasi jumlah uang keluar-masuk.

  1. 2. Masalah

Ada beberapa masalah yang sering muncul selama periode kepengurusan ini, di antaranya adalah:

  1. Kurangnya koordinasi dengan ketua bidang lain, mengingat keterbatasan bendahara sendiri yang hanya berpersonilkan satu orang dan kesibukan bendahara yang tidak bisa sepenuhnya berada dalam kepengurusan.
  2. Kerap adanya kesalahan teknis, seperti kurangnya struk atau kwitansi pembelian, yang mengakibatkan perhitungan agak tersendat. Walaupun hal tersebut ditangani dengan membeli kembali barang serupa, mudah-mudahan tidak terjadi lagi.
  3. Sering adanya pengeluaran tak terduga pada beberapa acara tertentu, yang mengakibatkan perhitungan dijadikan satu dengan pengeluaran lain.
  1. 3. Saran
  1. Perlu ditambahnya personil tambahan untuk seksi bendahara. Jadi personil berjumlah dua orang: bendahara sendiri dan satu orang lagi sebagai wakil yang membantu pembukuan.
  2. Agar dalam setiap transaksi disertakan pembuktian atau kwitansi
  3. Perlunya dipersiapkan dana taktis ketika ada beberapa acara berlangsung, agar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak menemui kesulitan

Semoga laporan yang sederhana ini bermanfaat bagi kepengurusan BEMFT-UMPAR selanjutnya. Masalah-masalah yang telah diuraikan agar jangan terulang kembali. Pembukuan selama setahun lebih telah kami lampirkan sebagai informasi. Semoga kepengurusan BEMFT-UMPAR berikutnya lebih maju lagi. Terimakasih.

BAB VII

PENUTUP

SARAN-SARAN

Hadirin peserta Mubes yang berbahagia,

Pengurus BEMFT-UMPAR menyadari penuh bahwa satu periode kepengurusan bukanlah waktu yang pendek untuk melakukan banyak hal bermakna bagi organisasi dan satu periode kepengurusan juga bukanlah waktu yang panjang untuk mewuudkan cita-cita ideal organisasi seperti yang diharapkan oleh para penggagas berdirinya organisasi ini. Marilah bersama-sama dengan semangat Munas kita jadikan momentum untuk memungut catatan-catatan yang tercecer. Dan ada beberapa catatan yang mungkin perlu menjadi perhatian kita semua.

  1. Kepada Panitia Pelaksana Mubes IV KBMFT-UMPAR, agar setelah Mubes IV KBMFT-UMPAR selesai dilaksanakan hasi-hasil Mubes segera diperbanyak dan dikirimkan ke seluruh anggota HMJ.
  2. Kepada mahasiswa Teknik :

a.  KBMFT-UMPAR baru akan menjadi organisasi yang besar apabila didukung penuh oleh anggotanya. Komitmen kita terhadap organisasi perlu lebih dipererat, koordinasi antarpengurus dan antaranggota agar lebih diintensifkan serta masalah iuran anggota hendaknya menjadi kewajiban kita semua.

b.  Restrukturasi dan reorganisasi KBMFT-UMPAR hendaknya menjadi salah satu fokus perhatian kita bersama sehingga tercipta organisasi yang ideal, aktif dan kreatif. Karena kita semua menginginkan proses kreatifitas ilmiah muncul dari anggota (bottom-up) dan BEMFT-UMPAR hanyalah memberikan stimulan dengan arahan yang jelas.

c.  Di samping itu agar seluruh perangkat organisasi bisa dioptimalkan termasuk di dalamnya DPMFT-UMPAR sehingga tidak terjadi ketimpangan organisasi.

d.  Eksistensi organisasi ini akan dipertanyakan apabila poin-poin di atas tidak bisa kita realisasikan. Karena masa lalu adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan besok adalah tantangan.

Dengan telah berakhirnya masa jabatan BEMFT-UMPAR periode 2007-2008 dan akan dipilihnya pengurus BEMFT-UMPAR yang baru maka diharapkan pengurus berikutnya dapat bekerja lebih maksimal berdasarkan pengalaman dan kendala yang dihadapi pengurus sebelumnya. Penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan anggota lainnya yang telah bekerja seoptimal mungkin demi lajunya roda organisasi BEMFT-UMPAR walaupun tidak semudah yang telah kita sepakati.

Akhirnya pengurus BEMFT-UMPAR periode 2007-2008 meminta maaf kepada seluruh angota karena masih banyak kelemahan selama periode kepemimpinan kami dan harus kami akui bahwa sebatas itulah kemampuan yang kami miliki, sebagai manusia yang hanya bisa berencana sedangkan Sang Penentu tetap yang Di Atas. Semoga Allah SWT mengampuni dan merahmati kita semua. Amin.

So, what can you do for tecnique faculty?

Terima kasih.

Hidup Mahasiswa !

Demi Eksistensi Teknik……………..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Parepare, 07 Agustus 2009

BEM FT-UMPAR

AGUSSALIM L.

Ketua Umum


[i]

Ketua Umum

Sekretaris Umum

Bendahara Umum

Kabid Internal

Kabid Eksternal

Kabid Peng. Kader

Kabid IPTEK dan Litbang

Kabid Peng. Kader

DPM FT-UMPAR

Hello world!

•Mei 10, 2009 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.